RUANGLENSA.COM, KERINCI – Cuaca ekstrem melanda Desa Bumbun Duri, Kecamatan Gunung Tujuh, Kabupaten Kerinci, Kamis (28/8/2025). Hujan es turun bersamaan dengan angin puting beliung yang mengejutkan warga. Rekaman masyarakat memperlihatkan butiran es berhamburan di area perkebunan, sementara hembusan angin kencang merusak tanaman muda yang baru ditanam.
Kepala BMKG Depati Parbo Kerinci, Kurnia Ningsih, menjelaskan fenomena hujan es dan angin puting beliung terjadi akibat pertumbuhan awan Cumulonimbus yang sering muncul pada masa pancaroba. “Biasanya berlangsung singkat, tetapi dampaknya bisa besar, mulai dari kerusakan pertanian, mengganggu aktivitas harian warga, hingga berpotensi menimbulkan korban jika tidak diantisipasi,” katanya
Menurut BMKG, tanda-tanda awal cuaca ekstrem bisa dikenali masyarakat, antara lain suhu udara terasa panas dan gerah, langit mendadak gelap pekat, serta munculnya awan tebal menjulang tinggi. Jika kondisi itu terjadi, warga diminta segera mencari tempat aman ketika hujan deras disertai angin kencang.
BMKG juga mengingatkan pemerintah daerah agar menyiapkan langkah mitigasi di sektor pertanian, karena tanaman pangan dan hortikultura sangat rentan rusak akibat angin kencang maupun hujan es. Sosialisasi kepada petani terkait teknik penanaman yang lebih adaptif terhadap cuaca ekstrem dinilai penting untuk mengurangi potensi kerugian.
Potensi hujan lebat, angin kencang, hingga hujan es masih mungkin terjadi selama masa peralihan musim di Kabupaten Kerinci. Karena itu, masyarakat dihimbau untuk meningkatkan kewaspadaan, tidak beraktivitas di area terbuka saat hujan deras, dan memastikan rumah maupun bangunan memiliki konstruksi yang aman menghadapi terpaan angin.
(Uan)












