RUANGLENSA.COM, KERINCI – Pemerintah Kabupaten Kerinci melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) bergerak cepat menekan laju inflasi yang sempat tertinggi di Provinsi Jambi. Berdasarkan data BPS, inflasi year-on-year (y-on-y) Kerinci per September 2025 mencapai 5,90 persen, dipicu oleh kenaikan cabai merah, emas perhiasan, dan beras.
Bupati Monadi menegaskan bahwa pengendalian inflasi menjadi prioritas utama pemerintah daerah.
“TPID telah turun langsung ke lapangan, melaksanakan operasi pasar, dan memperkuat kerja sama antar daerah agar harga bahan pokok tetap stabil,” ujar Monadi.
Ketua TPID Zainal Efendi menyebut, sepanjang Triwulan III TPID telah melakukan High Level Meeting bersama Bank Indonesia, menandatangani MoU dengan Bulog, serta menjalin kerja sama dengan Pemkot Jambi dan Pemkab Sarolangun untuk memperlancar distribusi pangan.
Selain itu, TPID juga menggelar Operasi Pasar di beberapa titik seperti Desa Talang Kemuning, Desa Lolo Hilir, dan Pasar Hiang, yang berhasil menurunkan harga sejumlah bahan pokok di tingkat konsumen.
Sekretaris TPID H. Atmir menambahkan, inflasi di Kerinci dipengaruhi cuaca ekstrem, gagal panen, dan distribusi yang terganggu.
“Kami terus memperkuat komunikasi publik, memperbanyak operasi pasar, dan mendorong pemanfaatan pangan lokal agar masyarakat tidak terbebani,” ujarnya.
Menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru), TPID bersiap melanjutkan operasi pasar untuk komoditas rawan seperti cabai, beras, daging ayam, dan minyak goreng.
Melalui sinergi lintas sektor dan langkah cepat di lapangan, Pemkab Kerinci menunjukkan komitmen menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat.
(Uan)












