JAMBI  

Jambi Bersiap Hadapi Ancaman Kekeringan, Dinas TPHP Percepat Tanam

RUANGLENSA.COM, JAMBI– Pemerintah Provinsi Jambi mulai mengantisipasi potensi kekeringan akibat fenomena El Niño yang diperkirakan terjadi pada Mei 2026. Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (TPHP) mendorong percepatan tanam serta optimalisasi pemanfaatan sumber air untuk menjaga produksi pertanian.

Kepala Dinas TPHP Provinsi Jambi, Rumusdar, mengatakan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika menunjukkan wilayah Jambi akan memasuki fase curah hujan rendah yang berpotensi memicu kekeringan berkepanjangan. Kondisi ini dinilai dapat memengaruhi pertumbuhan tanaman dan pola tanam petani.

“Jika kondisi ini terjadi, kemungkinan akan ada pergeseran bahkan pengurangan luas tanam karena keterbatasan air,” kata Rumusdar, Senin (20/04/26).

Menurutnya, tanaman yang ditanam pada periode Januari hingga Maret masih relatif aman hingga masa panen. Namun, untuk musim tanam berikutnya, risiko penurunan produksi dinilai meningkat seiring berkurangnya ketersediaan air.

Sebagai langkah mitigasi, Dinas TPHP Jambi mendorong petani mempercepat masa tanam untuk memanfaatkan sisa musim hujan. Selain itu, petani diminta aktif memantau informasi cuaca dari BMKG sebagai acuan menentukan waktu tanam yang tepat.

Adapun, upaya lain yang dilakukan adalah optimalisasi sumber air yang tersedia, termasuk perbaikan jaringan irigasi agar distribusi air tetap lancar. Penggunaan alat dan mesin pertanian (alsintan) juga didorong untuk mempercepat proses pengolahan lahan secara lebih efisien.

TPHP mencatat sebanyak 3.155 unit pompa air bantuan pemerintah baik dari pusat, provinsi, maupun kabupaten telah tersedia dan dapat dimanfaatkan petani selama masih terdapat sumber air.

“Pompa ini bisa dioperasikan untuk membantu petani menjaga kebutuhan air tanaman,” kata Rumusdar.

Pemerintah daerah juga akan memperkuat koordinasi dengan sejumlah pihak, termasuk Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan pemerintah kabupaten/kota, serta meningkatkan sosialisasi kepada petani. Langkah ini diharapkan dapat menekan dampak kekeringan sehingga produksi pangan di Jambi tetap terjaga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *