RUANGLENSA.COM, SUNGAI PENUH – Perum Bulog Kantor Cabang Sungai Penuh -Kerinci menggelar sosialisasi penyaluran bantuan pangan berupa beras tahap II kepada puluhan operator Sustainable Development Goals (SDGs) dari desa-desa di Kota Sungai Penuh, Kamis (13/8/2026). Sosialisasi ini dilakukan sehari sebelum penyaluran bantuan kepada 8.300 Keluarga Penerima Manfaat (KPM).
Sosialisasi membahas mekanisme penyaluran serta kriteria masyarakat yang berhak menerima bantuan. Langkah ini dilakukan untuk memastikan data penerima sesuai dengan ketentuan dan bantuan dapat disalurkan tepat sasaran.
Pimpinan Cabang Bulog Wilayah Kerinci dan Kota Sungai Penuh, Fahmi Hafiza Siregar, mengatakan bantuan beras tahap II akan mulai disalurkan pada Jumat (14/8/2026) melalui kantor desa masing-masing.
“Tujuannya agar para operator mengetahui alur pembagian bantuan pangan, sehingga penyalurannya sesuai kriteria dan tepat sasaran,” kata Fahmi.
Pada tahap II ini, setiap KPM menerima 30 kilogram beras. Dengan jumlah penerima sebanyak 8.300 KPM, total beras yang disalurkan mencapai 249 ton. Jumlah penerima tersebut masih sama dengan tahap pertama yang disalurkan pada Februari-Maret 2026.
Fahmi menjelaskan, penerima bantuan ditetapkan berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) versi ketiga yang diperbarui pada 10 Juli 2026. Masyarakat yang masuk dalam desil 1 hingga 4 menjadi sasaran penerima bantuan.
“Untuk tahap kedua ini jumlah penerimanya masih sama, sebanyak 8.300 KPM. Kita menggunakan DTSEN versi ketiga yang sudah diperbarui pada 10 Juli,” ujarnya.
Penyaluran dijadwalkan dimulai serentak pada 14 Agustus 2026. Namun, prosesnya dapat berlangsung hingga September untuk wilayah tertentu yang memiliki kondisi geografis khusus.
Bulog meminta operator SDGs di masing-masing desa ikut membantu memastikan proses penyaluran berjalan sesuai data. Bulog juga menyiapkan pendampingan apabila ditemukan kendala selama penyaluran di lapangan. (Rdl)












